Album yang bagus ini dibuat hanya dalam 5 minggu.... dan di tahun 19-freakin-delapan dua.
Awal-awal aneh rasanya. Cuman di akhir mulai paham kalau ini sinematik. Tapi, masih merasa kalau beberapa lagu didn't stuck on me. Land, but not stuck
Mungkin menjadi contender salah satu album terbaik yang pernah didengar. Track awal yang nonjok dan eksploratif membuka album seperti mas-mas berotot penuh kasih sayang. Lirik-lirik yang sarat sosial dan relevan dengan keadaan sekarang menjadikan album influential. Walaupun terdapat lagu seperti 'Epiphany' yang dari segi musik, not my cup of tea, tapi liriknya tidak membuat telinga ingin menjauh melainkan tetap mendengar. Sebagai penyuka era medieval, title track bagai suguhan pertunjukan pada era pertengahan yang membuat terkesima. Hear ye hear ye this album!
Cover album pesawat zeppelin sangat terwakilkan oleh tembang-tembang pada album ini. Dari stadium anthem GTBT, Dazed and confused, commbreak, dan how many more times yang menggelegar dan penuh energi lalu dibawa mengambang dengan track sepeti babe I'm going to love you, your time is gonna come, dan black mountain side yang floaty dan indah. Akan tetapi, seperti pada album cover, beberapa lagu fall short dan dilematis seperti you shook me & i can't quit you baby karena blues yang di telinga saya kurang. Cultural appropriation? kurang tau, tetapi menurut saya mending gak usah ada disana.
Dari awal sampai akhir sangat dapat dinikmati. Full of energy, ada melankolis, romantisme maskulin, dan secara bersamaan a handful of light. Lirik-liriknya, tak dapat disangkal, fun all the way.
Eksploratif dan sinematik.
Folk-nya menyejukkan. Jazz-nya membawa manis. Album ini terasa seperti road trip bersama seorang yang melankolis namun keren, not too hippie. Sayangnya tidak ada lagu yang nyangkut. Very enjoyable, tapi gak nempel lagunya
Nuansa musiknya, khususnya menggunakan organ, membawa suatu rasa mistik yang menggairahkan. Lirik-liriknya juga memiliki range yang luas dari kritik isu sosial sampai refleksi personal.
Akan tetapi, album ini secara keseluruhan tidak ada yang spesial. Plain ol' mac and cheese. Dari keseluruhan track, suaranya menjauh dari kohesif menuju membosankan. Konsep lirik dan pesan-pesannya sih bagus, energetik, reflektif, dan penceritaannya apik, tapi lagunya seperti tidak menempel. Nikmat di saat itu, lupa di hari esoknya.
Secara keseluruhan, ga masuk. Tetapi tetap beri apresiasi ke Baba O'Reilly yang sangat enjoyable dan adventurous. Cuman ya, one hit wonder di album ini. Mungkin harus dengerin album lain.
Sebenernya suka sih country, namun sayangnya saya merasakan bosan dibandingkan kohesif dari album ini. Secara konsep juga yaudah.
Jika anda mendengarkan album ini di era sekarang, musik yang diproduksi terdengar medioker, cenderung ambient dan tidak unik (any bedroom producer can make it lah). Tapi, album ini keluar di 1978. Asumsi saya tahun segitu teknologi produksi dan mixing musik saya yakin tidak se tersedia dan mudah dibuat seperti sekarang yang dimana itu layak di apreasiasi.
Sebagai penikmat musik instrumental, album ini memang cenderung ambient dan complementary. Akan tetapi ada nuansa nuansa perjalanan dan storytelling yang begitu airy dan dreamy jika didengar secara seksama. Such an enjoyable album.
Suka banget. Sangat terdengar anehnya. Mungkin ini proto playboi carti. Ada nuansa MF Doomnya juga (yang dimana mungkin proto juga). Gak pernah denger nama MC ini sebelumnya. Turns out, sangat menyenangkan.
Album terbaik yang pernah diproduksi sepanjang masa. Gila. Lirik yang reflektif dan sarat isu sosial dibawa begitu groovy nan menyenangkan tapi tidak membuat lagu-lagunya kehilangan arah-- a very satisfying contrast.
Album dibuka sempurna dengan saxophone yang mendayu indah di lagu What's going on. Jiwa kebabasan seorang manusia tersayat-sayat sambil menari riang dengan lirik-lirik penuh keresahan nan mendayu. Dan mana lagi tempat yang tepat kita mengadu keresahan selain keluarga kita.
Lagu dengan transisi begitu mulus, perjalanan album berpindah ke What's happen brother. Menurut saya lagu ini adalah lagu paling tepat untuk didengar sekarang. War is hell, when it will end' menjadi potongan lirik yang saya pikir sangat dekat dengan rumah.... sampai ke bait selanjutnya muncul lirik yang menyambar bagai petir realita. 'Can't find no words, can't find no jobs, money is tighter than it ever been' Lirik tersebut secara instan memindahkan jiwa album ke masa depan, lebih tepatnya 55 tahun, dan menjelajahi suatu negara yang jaraknya lebih dari 14.000KM dari Amerika Serikat. Dan saya mulai setuju dengan apa yang dikatakan Marvin, 'Apa yang terjadi, Saudaraku?'